AKUNTANSI MULTINASIONAL : TRANSAKSI MATA UANG ASING DAN INSTRUMEN KEUANGAN
Akuntansi Multinasional
: Transaksi Mata
Uang Asing dan Instrumen Keuangan
Perusahaan
yang beroperasi di pasar internasional dipengaruhi oleh risiko bisnis normal,
seperti kurangnya permintaan atas produk mereka di pasar luar negeri, unjuk
rasa buruh, dan transportasi yang tertunda dalam pengiriman produk mereka
kepada pelanggan luar negeri. Perusahaan juga dapat mengalami risiko mata uang
asing ketika melakukan transaksi dalam mata uang lain. Perusahaan-perusahaan
multinasional seringkali melakukan transaksi dalam berbagai mata uang sebagai
dampak atas aktivitas ekspor dan impor.
Ada
sekitar 150 jenis mata uang diseluruh dunia tapi sebagian besar perdagangan
internasional dilakukan dalam enam mata
uang utama yaitu : dolar AS, poundsterling Inggris, dolar Kanada, euro, yen
Jepang dan franc Swiss.
PERMASALAHAN
AKUNTANSI
Bab ini
menjelaskan prosedur akuntansi untuk pencatatan dan pelaporan transaksi dalam
mata uang asing.
PSAK
10 "Transaksi Mata Uang Asing" , diterbitkan tahun 1994, mengatur
prosedur akuntansi untuk piutang dan utang dagang dengan mata uang asing -
yaitu transaksi yang membutuhkan pembayaran ataupun menerima pembayaran dalam
mata uang asing.PSAK 50 " Instrumen Keuangan Penyajian dan
Pengungkapan"dan PSAK 55 "Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran
" diterbitkan pada 2006.mengatur prosedur akuntansi untuk instrumen
keuangan khususnya transaksi derivatif dengan tujuan melakukan lindung nilai
(hedging).
KURS MATA UANG
ASING
Sebelum
tahun 1972, sebagian besar mata uang dinilai dari standar logam emas yang
mempunyai nilai tetap secara internasional setiap onsnya. namun pada tahun 1972
sebagian besar negara menandatangani suatu perjanjian yang memperbolehkan nilai
mata uang mereka"mengambang ( float)" berdasarkan permintaan dan
penawaran terhadap mata uang tersebut. Kurs
mata uang asing (foreign currency exchange rate) ditentukan setiap hari
oleh pedagang mata uang asing yang bertindak sebagai agen untuk individu atau
negara yang memperdagangkan mata uang asing.Beberapa negara seperti Cina
menetapkan kurs tetap resmi dan kurs tetap untuk dividen yang dikirimkan ke
luar negeri.Kurs resmi ini dapat berubah sewaktu-waktu dan perusahaan yang
beroperasi diluar negeri perlu berkomunikasi dengan pemerintah negara tersebut
untuk memastikan bahwa perusahaannya telah memenuhi setiap ketentuan pembatasan
pertukaran mata uang.
Penentuan Kurs
Mata
uang suatu negara mirip dengan komoditas lain dan kursnya berupa karena
sejumlah faktor ekonomi yang mempengaruhi permintaan dan penewaran terhadap
mata uang tersebut. Faktor lain yang menyebabkan fluktuasi kurs adalah neraca
pembayaran, perubahan suku bunga, dan tingkat investasi negara tersebut serta
stabilitas dan proses tata kelola (governance).
Kurs Langsung Dan Tidak
Langsung
Nilai
reratif suatu mata uang terhadap mata uang yang lain dapat dinyatakan dalam dua
cara yang berbeda langsung atau tidak
langsung.
Kurs Langsung
(direct exchange rate/DER) adalah
banyaknya unit mata uang lokal (local currency units - LCUs) yang
diperlukan untuk memperoleh satu unit mata
uang asing ( foreign currency unit - FCU). Dari sudut pandang entitas
Indonesia, kurs langsung dapat dipandang sebagai besarnya rupiah untuk
diperoleh satu unit mata uang asing.Rasio dari kurs langsung dinyatakan :
nilai
setara rupiah
DER = ------------------------
1 FCU
contoh, jika
dengan Rp 11.500,- dapat diperoleh 1 dolar AS ,kurs langsung dari rupiah
terhadap dolar As adalah sebesar Rp 11.500,- seperti ditunjukkan sebagai
berikut :
Rp
11.500
------- ----- = Rp 11.500,-
$ 1
Kurs Tidak Langsung (indirect exchange rate - IER) adalah
kebalikan dari kurs langsung . Dari sudut pandang entitas Indonesia, kurs tidak
langsung adalah :
1 FCU
IER = ------- -----
Nilai setara rupiah
Kurs tidak langsung untuk contoh dolar As diatas
adalah :
1
------- ----- =
0,00008695652
Rp 11.500
Cara lain untuk merumuskan hal ini :
jumlah
unit mata uang asing
IER = -------------------------------
-----
Rp 1
$0,00008695652
---------------------
Rp
1
Perubahan Kurs
Perubahan
kurs mengacu pada semakin menguat atau melemahnya suatu mata uang dibandingkan
dengan mata uang lain. contoh :
2 Januari 2005 1 Juli 2005
2 Januari 2006 1 Juli 2006
Kurs langsung (setara rupiah dari 1
FCU) Rp 9.350,- Rp 9.200,-
Rp 9.180,- Rp
9.280,-
Kurs tidak langsnug (setara FCU per
Rp 1,-) $0,0001070 $0,0001087 S0.0001089 $0.0001078
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menguatnya Rupiah - Penurunan Kurs Langsung
Antara
tanggal 2 Januari 2005 dan 1 Juli 2005 , kurs langsung turun dari Rp 9.350,- =
$1 menjadi Rp 9.200,- = $1. Ini menunjukkan bahwa lebih sedikit mata uang
rupiah yang diperlukan untuk memperoleh $1 AS. Untuk memperoleh 1 dolar As
diperlukan nilai rupiah sebesar Rp 9.350,- pada tanggal 2 Januari 2005 namun
berkurang menjadi Rp 9.200,- pada tanggal 1 Juli. Berarti nilai mata uang
rupiah menguat terhadap dolar AS.
Ingatlah bahwa
menguatnya rupiah berarti :
·
Lebih sedikit mata uang
rupiah yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
·
Satu rupiah memperoleh
lebih banyak unit mata uang asing
Impor
dari Amerika akan lebih murah untuk konsumen Indonesia pada tangal 1 Juli
dibandingkan 2 Januari karena menguatnya rupiah. Contoh :
Perusahaan
manufaktur Amerika menjual mobil buatan Amerika seharga $ 25,000 digunakan
perhitungan :
Nilai
setara rupiah = Unit mata uang asing
x kurs langsung
Rp
233.750.000,- = $ 25,000 x Rp 9.350,-
Antara
tangal 1 Juli dan 2 Januari kurs langsung turun saat dolar menguat relatif
terhadap uero. tanggal 1 Juli, nilai setara rupiah dari $ 25,000 adalah :
Nilai
setara rupiah = Unit mata uang asing
x kurs langsung
Rp
230,000.000,- = $ 25,000 x Rp 9.200,-
Meskipun
menguatnya rupiah akan menguntungkan bagi perusahaan Indonesia yang membeli
barang dari negara lain , penguatan ini mempunyai dampak negatif pada
perusahaan Indonesia yang menjual produk ke negara tersebut.Bersamaan dengan
menguatnya rupiah eksport Indonesia ke Amerika akan lebih mahal bagi pelanggan
Amerika. Contoh :
Perusahaan
manufaktur Indonesia menjual mesin
buatan Indonesia seharga Rp 100.000.000,- digunakan perhitungan :
Nilai
setara mata uang asing = Unit mata uang
rupiah x kurs
tidak langsung
$ 10,700 = Rp
100.000.000,- x $0.0001070
tanggal
1 Juli, setelah terjadi penguatan dolar
, mesin akan membebankan pelanggan Amerika US $ 10,870 dengan perhitungan :
Nilai setara mata uang asing = Unit mata uang rupiah x
kurs tidak langsung
$ 10,870 = Rp
100.000.000,- x $0.0001087
Melemahnya Rupiah - Peningkatan Kurs Langsung
Antara
tanggal 1 Juli 2005 dan 1 Juli 2006 , kurs
langsung meningkat dari Rp 9.200,- = $1 menjadi
Rp 9.280,- = $1. Ini menunjukkan bahwa lebih banyak mata uang rupiah yang
diperlukan untuk memperoleh $1 AS. tanggal 1 Juli 2005 Nilai relatif 1 dolar AS
adalah Rp 9.200,00 namun tanggal 1 Juli 2006 , biaya untuk satu dolar AS
meningkat menjadi Rp 9.280,- .Ini berarti nilai mata uang rupiah turun terhadap
dolar AS dan diistilahkan dengan melemahnya
rupiah terhadap dolar AS. Cara lain untuk melihat perubahan ini adalah dengan
melihat bahwa kurs tidak langsung mengalami penurunan. Ini ditunjukkan bahwa
pada tanggal 1 Juli 2006, Rp 1 memperoleh lebih sedikit dolar dibandingkan
dengan tanggal 1 Juli 2005.Pada tangal 1 Juli 2005, satu rupiah Indonesia dapat
memperoleh $ 0.0001087 sedangkan 1 Juli 2006 , satu rupiah Indonesia hanya
memperoleh $ 0.0001078.
Ingatlah bahwa
melemahnya rupiah berarti :
·
Lebih banyak mata uang
rupiah yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
·
Satu rupiah memperoleh
lebih sedikit unit mata uang asing
Kurs Tunai (Spot Rate) dan Kurs Sekarang (Current
Rate)
PSAK
10 mengacu pada penggunaan kurs tunai maupun kurs sekarang untuk untuk mengukur
operasi luar negeri. Kurs Tunai (Spot
Rate) adalah kurs yang digunakan dalam penyerahan segera suatu mata uang.
Kurs Sekarang (Current
Rate) di definisikan secara sederhana
sebagai kurs tunai pada tanggal neraca suatu entitas.
Kurs Masa Depan
(Forward Exchange Rate) adalah kurs untuk
pertukaran mata uang di masa mendatang .
Kurs
masa depan pada suatu tanggal tertentu tidak
sama dengan kurs tunai pada tanggal yang sama. Ekspektasi yang berbeda
terhadap nilai kurs di masa depan menentukan tingkat kurs tersebut. Selisih
antara kurs masa depan dengan kurs tunai pada suatu tanggal tertentu dinamakan spread. Spread memberikan
informasi tentang kemungkinan penguatan atau pelemahan dari suatu mata uang.
contoh :
Kurs
tunai dari uero Rp 14.860,- dan kurs masa depan yang jatuh tempo 30 hari Rp
13,870,- spread adalah selisih dari
ke dua nilai tersebut sebesar Rp 990,-.Oleh karena kurs masa depan nilainya
lebih rendah dari kurs tunai maka hal ini memberikan ekspektasi bahwa rupiah
akan menguat terhadap uero dalam 30 hari ke depan.Aktual kurs tunai pada 30
hari kemudian dapat saja lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan kurs masa
depannya . Dengan melakukan kontrak masa depan (forward contract) ,
perusahaan Indonesia tidak hanya memperoleh kesempatan untuk menerima nilai
tukar yang lebih baik tetapi sekaligus menghindari kemungkinan terjadinya rugi
akibat nilai tukar.Hal ini mengurangi risiko bagi perusahaan Indonesia.
TRANSAKSI MATA
UANG ASING
Transaksi
Mata Uang Asing ( foreign currency
transactions) adalah aktivitas ekonomi
yang dinyatakan selain dari mata uang pencatatan suatu entitas. Transaksi
tersebut meliputi :
1. Pembelian
atau penjualan barang/jasa (impor atau
ekspor) , dimana harganya dinyatakan dalam mata uang asing.
2. Utang
atau piutang pinjaman dalam mata uang asing
3. Pembelian
atau penjualan kontrak kurs masa depan
4. Pembelian
atau penjualan unit mata uang asing.
Untuk tujuan laporan
keuangan, transaksi dalam mata uang asing harus ditranslasikan ke dalam mata
uang pelaporan yang digunakan perusahaan.Pada setiap tanggal neraca - interim
maupun tahunan - saldo akun yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang
pelaporan dari suatu entitas harus disesuaikan untuk mencerminkan perubahan
kurs selama periode tersebut sejak tanggal neraca terakhir atau sejak tanggal
transaksi mata uang asing jika transaksi tersebut terjadi pada periode yang
bersangkutan.Penyesuaian ini menyatakan kembali akun mata uang asing dalam
nilai setara dolar AS pada tanggal neraca.Penyesuaian dalam nilai setara dolar
AS ini merupakan keuntungan atau
kerugian mata uang asing (foreign
currency transaction gain or loss) untuk entitas tersebut pada saat kurs
berubah. Contoh :
Perusahaan Indonesia
memperoleh € 5,000 dari bank pada tanggal 2 Januari 20X1, untuk digunakan dalam
pembelian barang di masa depan suatu perusahaan Jerman. Kurs langsung sebesar
Rp 14.200 = €1 sehingga perusahaan membayar bank sebesar Rp 71.000.000,- untuk
€5,000 dengan perhitungan :
Nilai
setara dolar AS = Unit mata uang asing x kurs
langsung
Rp 71.000.000,- = € 5,000 x Rp
14.200,-
Jurnal berikut mencatat
pertukaran mata uang tersebut :
(1) Mata Uang Asing (€) Rp 71.000.000,-
Kas Rp
71.000.000,-
Pada tanggal 1 Juli
20X1, kurs sebesar Rp 14.100,- menjadi setara dengan €1. Jika pada saat tersebut
dibuat laporan interim maka jurnal :
(2) Kerugian Transaksi Mata Uang Asing Rp 500.000,-
Unit Mata Uang Asing (€) Rp
500.000,-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nilai
setara dolar dari € 5,000 pada tanggal 2 Januari
€ 5,000 x Rp 14.200,- Rp 71.000.000,-
Nilai
setara dolar dari € 5,000 pada tanggal 1 Juli
€ 5,000 x Rp 14.100,- Rp 70.500.000,-
Kerugian transaksi mata uang asing Rp 500.000,-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kerugian
transaksi mata uang asing disebabkan oleh transaksi dalam mata uang asing dan dimasukkan
dalam laporan laba rugi periode berjalan, pada umumnya disajikan terpisah dalam
"keuntungan dan kerugian
lain-lain" ,Beberapa akuntan menggunakan istilah rugi kurs daripada Rugi Transaksi Mata Uang Asing yang
lebih panjang.
Pada
contoh sebelumnya. perusahaan Indonesia menggunakan rupiah sebagai mata uang
utama dalam melakukan fungsi keuangan dan operasi utama yaitu sebagai mata uang
fungsional (functional currency). Selain
itu, perusahaan Indonesia juga menyiapkan laporan keuangannya dalam rupiah
sebagai mata uang pelaporan (reporting
currency) Setiap transaksi yang
dinyatakan dalam mata uang selain rupiah memerlukan translasi menjadi nilai
setara rupiah.
Secara
umum, sebagian besar transaksi tunai bisnis dilakukan dalam mata uang lokal negara
dimana entitas tersebut beroperasi. Rupiah
adalah mata uang fungsional bagi hampir semua perusahaan di Indonesia.
Sedangkan perusahaan yang beroperasi di Jerman mungkin akan menggunakan uero (€) sebagai mata uang fungsionalnya.
Transaksi Ekspor Impor Dalam Mata Uang Asing
Utang
dan piutang yang timbul dalam transaksi mata uang asing dengan entitas luar negeri harus diukur dan
dinyatakan dalam mata uang asing, harus diukur dan dinyatakan oleh entitas AS dalam mata uang yang digunakan untuk
pencatatan akuntansinya - yaitu rupiah.Kurs
yang relevan bagi penyelesaian transaksi dalam suatu mata uang asing adalah
kurs tunai (spot rate) pada tanggal penyelesaian. Pada tanggal diselesaikan, utang - piutang dalam
unit mata uang asing harus disesuaikan
dengan nilai setara rupiah saat itu. Jika laporan keuangan disusun sebelum
utang atau piutang dalam mata uang asing dilunasi maka saldo akun utang -
piutang tersebut harus disesuaikan pada tanggal neraca dalam setara rupiah
menggunakan kurs sekarang ( current rate ) pada tanggal neraca.
Gambaran
umum atas akuntansi yang diharuskan untuk transaksi impor dan ekspor dalam mata
uang asing secara kredit sbb.:
1.
Tanggal
transaksi. Mencatat transaksi pembelian atau
penjualan pada nilai setara dolar AS menggunakan kurs langsung tunai pada
tanggal tersebut.
2.
Tanggal
neraca. Menyesuaikan utang atau piutang menjadi
nilai setara rupiah pada setiap akhir periode menggunakan kurs langsung sekarang.Mengakui
keuntungan atau kerugian sebagai akibat perubahan kurs antara tanggal transaksi
dengan tanggal neraca.
3.
Tanggal
pelunasan.Pertama-tama menyesuaikan utang atau
piutang untuk setiap perubahan mata uang asing antara tanggal neraca (atau
tanggal transaksi jika transaksi tersebut terjadi setelah tanggal neraca )
dengan tanggal pelunasan. Mencatat keuntungan atau kerugian sebagai akibat
perubahan kurs yang terjadi, kemudian mencatat pelunasan utang atau piutang dalam
mata uang asing tersebut.
Ilustrasi
pembelian dari luar negeri.
1
Oktober 20X1 PT Induk, sebuah perusahaan Indonesia memperoleh barang secara
kredit dari Tokyo Industries , perush. Jepang sebesar Rp 160.000.000.- atau
2.000.000 yen.
PT
Induk menyusun laporan keuangan pada akhir tahun per 31 Desemberr 20X1
Pelunasan
utang dilakukan pada tanggal 1 April 20X2
Kurs tunai langsung untuk nilai setara dolar AS dari
1 yen adalah :
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tanggal Kurs
langsung
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1 Oktober 20X1 (Transaksi pembelian) Rp 80,-
31 Desember 20X1 ( tanggal neraca) Rp 90,-
1 April 20X2
(tanggal pelunasan) Rp 86,-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pemahaman revaluasi dapat lebih mudah dengan melihat
prosesnya dari akun T (T - account) :
Utang Usaha ¥
==============================================================================
!
20X1
!
1 Okt 160.000.000 (¥2.000.000
x Rp 80,-)
!
31 Des 20.000.000 (¥2.000.000 x (Rp90 - Rp
80)
!
31 Des 180.000.000 ((¥2.000.000 x Rp
90,-)
20X2
1 April !
(¥2.000.000 x (90=86) Rp
8.000.000 !
1
April Pelunasan !
(¥2.000.000
x Rp 86=Rp 172.000.000 ! 2 April Saldo 0
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perbandingan Ayat Jurnal untuk
Perusahaan AS untuk transaksi pembelian dari dan luar negeri dalam rupiah dan
dalam unit mata uang asing.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika
dalam rupiah Jika
dalam yen Jepang
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1 Oktober 20X1 (tanggal
pembelian)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Persediaan 160.000.000 Persediaan 160.000.000
Utang
Usaha 160.000.000 Utang Usaha (¥) 160.000.000
Rp
160.000.000 ( ¥2.000.000 x Rp 90 )
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
31 Desember 20X1 (
tanggal neraca)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada jurnal Rugi
Transaksi Mata Uang Asing 20.000.000
Utang
Usaha (¥) 20.000.000
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1 April 20X2 (Pelunasan
utang)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Utang Usaha 160.000.000 Utang Usaha (¥) 8.000.000
Kas 160.000.000
Keuntungan Transaksi MUA 8.000.000
Unit
MUA (¥) 172.000.000
Kas 172.000.000
Utang
Usaha ( ¥) 172.000.000
Unit MUA
(¥) 172.000.000
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1 April 20X2
Ayat Jurnal :
(3) Unit
Mata Uang Asing (¥) 172.000.000
Kas 172.000.000
Memperoleh
mata uang asing
(4) Utang
Usaha (¥) 172.000.000
Unit
Mata Uang Asing (¥) 172.000.000
Menyelesaikan
utang dalam mata uang asing dan
mengakui
keuntungan dari perubahan kurs sejak
tanggal
31 Desember 20X1.
MENGELOLAH
RISIKO MATA UANG INTERNASIONAL DENGAN INSTRUMEN INTERNASIONAL PERTUKARAN MATA
UANG MASA DEPAN (FOREIGN CURRENCY FORWARD EXCHANGE)
Entitas
multinasional mengelola risiko MUA mereka dengan menggunakan beberapa jenis
keuangan seperti :
1.
Kontrak masa depan
dalam mata uang asing(foreign currency -
denominated forward exchange contract)
2. Opsi
mata uang asing ( foreign currency option)
3. Mata
uang asing berjangka ( ( foreign currency future)
Akuntansi
untuk derivatif dan aktivitas lindung nilai (hedging)berpedoman pada dua
standar :
PSAK
50 , : Instrumen Keuangan : " Penyajian dan pengungkapan"
PSAK
55, : Instrumen Keuangan " Pengakuan dan Pengukuran" , mendefinisikan
derivatif dan menetapkan aturan umum dalam pengakuan derivatif baik sebagai aset atau
kewajiban dalam neraca dan mengukur instrumen keuangan tersebut pada nilai
wajar.
Instrumen
keuangan (financial
instrument) adalah kontrak yang akan meningkatkan nilai aset dari suatu
entitas dan instrumen utang atau ekuitas pada entitas lain. contoh, bukti
kepemilikan, wesel bayar dan wesel tagih serta berbagai jenias kontrak keuangan
lainnya.
Derivatif (derivative) adalah suatu instrumen
keuangan yang :
1.
Memiliki satu atau
lebih variabel pokok yang mendasarinya (underlying)
dan satu atau lebih jumlah nosional (notional
amount) .Di mana nilainya mengalami perubahan karena ada perubahan variabel
yang mendasarinya seperti tingkat bunga, harga komoditas, atau surat berharga
atau index.
2. Tidak
memerlukan investasi awal neto atau kalaupun memerlukan investasi maka nilainya
lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh jenis
perjanjian lainnya yang diperkirakan akan menghasilkan efek yang sama terhadap
perubahan dalam faktor-faktor pasar.
3. Persyaratan
perjanjian mengharuskan adanya settlement
(pelunasan) pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.
contoh, derivatif adalah
kontrak pertukaran mata uang asing masa depan yang nilainya diturunkan dari
perubahan kurs mata uang asing sepanjang kontrak.
Perlu
dicatat bahwa tidak semua instrumen
keuangan adalah derivatif.
Definisi spesifik dari
derivatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak yang mempunyai semua
karakteristik berikut :
1. Memiliki
satu atau lebih variabel pokok yang mendasarinya (underlying) dan satu atau lebih jumlah nosional (notional amount) yang menentukan persyaratan instrumen
keuangan tersebut.
a.
Variabel pokok yang mendasari (underlying)
adalah variabel keuangan atau variabel fisik yang mempunyai perubahan yang
dapat dipantau atau yang dapat diverifikasi secara obyektif. Kurs mata uang
asing, harga komoditas, indeks atau tingkat harga, jumlah hari-hari yang hangat
pada musim dingin atau variabel lain yang mencakup peristiwa yang terjadi
maupun tidak terjadi seperti pembayaran yang dijadualkan dalam suatu kontrak.
b. Jumlah nosional
(notional amount) adalah banyaknya
unit mata uang , saham, ukuran kapasitas, berat atau unit lain yang ditetapkan dalam instrumen keuangan.
2. Instrumen
keuangan atau kontrak lain tidak memerlukan investasi awal neto atau jikapun
ada maka investasi neto awal dari pada
yang diperlukan untuk jenis kontrak yang diharapkan mempunyai tanggapan yang
serupa pada perubahan faktor pasar.
3. Persyaratan
kontrak :
a. memerlukan
atau memperbolehkan suatu penyelesaian neto (neto settlement)
b.
menyediakan penyerahan aset yang menempatkan penerima dalam posisi ekonomi yang
secara substansial tidak berbeda dengan penyelesaian neto atau
c.
kontrak yang siap untuk diselesaikan neto oleh pasar atau mekanisme lain diluar
kontak. contoh, sebuah kontrak masa depan (forward
contract) mengharuskan penyerahan atas sejumlah saham namun ada mekanisme
pasar opsi yang menawarkan kesempatan untuk siap menjual kontrak atau untuk
masuk ke dalam suatu kontrak yang saling menghapuskan atau saling mengompensasi
( offsetting contract).
Adakalanya instrumen
keuangan mempunyai derivatif yang melekat (embedded
derivative) yang harus dipisahkan
atau dipindahkan dari kontrak utamanya. contoh, penawaran utang perusahaan yang
mencakup bunga reguler namun disertai pula dengan adanya kemungkinan pembayaran
premi berdasarkan harga masa depan komoditas seperti halnya minyak mentah.Dalam
hal ini fitur pembayaran bersyarat tersebut adalah derivatif. contoh lain, perjanjian
utang yang menetapkan pokok pinjaman namun tingkat bunganya berdasarkan pada
LIBOR (London Interbank offered rate)
yang bersifat variabel. Dalam hal ini, bunga tersebut derivatif yang
ditempelkan karena sifat variabelnya yang diturunkan dari pasar.
Derivatif Yang
Ditujukan Sebagai Lindung Nilai
Derivatif
dapat ditujuhkan untuk melindungi nilai
atau mengurangi risiko . Beberapa perusahaan menggunakan derivatif bukan
untuk lindung nilai namun sebagai instrumen keuangan yang bersifat spekulatif.
Contoh, perusahaan dapat menandatangi kontrak masa depan yang tidak mempunyai
tujuan untuk saling menghapuskan nilai apapun. Dalam hal ini, kerugian atau
keuntungan derivatif dicatat dalam laba periode berjalan.
PSAK
55 memberikan persyaratan spesifik dalam pengklasifikasian derivatif sebagai
suatu aktivitas lindung nilai . Akuntansi lindung nilai menghapuskan (kerugian)
atas pos yang dilindungi atas kerugian (keuntungan) dari instrumen lindung
nilai.
Lindung
nilai dapat digunakan untuk :
1. risiko
kurs mata uang asing dimana kurs dapat berubah setiap saat
2. risko
tingkat bunga khususnya untuk perusahaan yang mempunyai utang yang bersifat
variabel
3. risiko
komoditas dimana harga masa depan dapat berbeda dari harga tunai.
Suatu instrumen
derivatif dapat diklasifikasikan sebagai instrumen lindung nilai jika dan hanya
jika seluruh kriteria berikut dipenuhi :
1. Dokumentasi
yang cukup harus disajikan pada awal jangka waktu lindung nilai untuk
menentukan tujuan dan sasaran dari lindung nilai. Instrumen lindung nilai dan
hal-hal yang dilindungi serta bagaimana aktivitas lindung nilai tersebut akan
dievaluasi secara berkesinambungan.
2. Lindung
nilai harus sangat efektif dalam mengompensasi seluruh perubahan dalam nilai
wajar maupun arus kas yang dihubungkan dengan nilai yang dilindungi dan seluruh
strategi manajemen untuk melakukan lindung nilai tersebut secara konsisteen
harus didokumentasikan selama jangka waktu lindung nilai.
3. Untuk
lindung nilai arus kas, transaksi yang diperkirakan sebagai subjek lindung
nilai harus dapat memiliki kemungkinan yang sangat tinggi (highly probable) dan harus menunjukkan adanya eksposur yang tinggi
pada arus kas yang dapat menyebabkan timbulnya untung dan rugi akibat risiko
tersebut.
4. Efektivitas
lindung nilai harus dapat dihitung dengan meyakinkan, seperti lindung nilai
atas nilai wajar atau arus kas harus dapat dihubungkan dengan risiko lindung
nilai dan instrumen lindung nilai tersebut dapat dihitng dengan tepat.
5. Lindung
nilai ditentukan secara berkesinambungan dan nilai pada bagian efektifnya
ditentukan secara aktual sepanjang periode pelaporan keuangan.
Efektivitas
dipandang sebagai kemampuan instrumen derivatif untuk menghapuskan perubahan
dalam nilai wajar atas arus kas barang
yang dilindungi antara 80 sampai 125 % dari perubahan nilai barang yang
dilindungi.
Derivatif
yang memenuhi persyaratan untuk lindung nilai dan digunakan oleh manajemen
perusahaan untuk memenuhi tujuan tersebut diatur dalam PSAK 55 sebagai berikut
:
1.
Lindung
nilai atas nilai wajar (fair value hedges)
digunakan untuk
melindungi risiko perubahan nilai wajar dari kewajiban atau aset atau komitmen (firm commitment) yang belum diakui
untuk membeli atau menjual aset pada harga tetap atau porsi tertentu seperti
aset, kewajiban aqtau komitmen yang dapat dikaitkan dengan risiko tertentu dan
dapat menyebabkan timbulnya keuntungan dan kerugian.Keuntungan dan kerugian
neto dari dari perubahan nilai wajar
instrumen lindung nilai diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Pada
saat yang sama nilai terbawa dari nilai
lindung tersebut akan disesuaikan untuk untuk atau rugi dengan risiko lindung
nilai , dimana hal ini juga langsung diakui pada laporan laba rugi periode
berjalan..Contoh lindung nilai atas nilai
wajar disajikan dalam lampiran 11B dengan menggunakan suatu kontrak opsi
untuk melindungi efek/surat berharga yang tersedia untuk dijual.
2.
Lindung
nilai arus kas (cash flow hedges)
digunakan untuk
melindungi risiko perubahan nilai arus kas yang diantisipasi yang masuk atau
keluar dari perusahaan untuk aset dan kewajiban yang diakui seperti
(pembayaran bunga masa depan atau utang
bunga dengan tingkat bunga variabel) atau transaksi yang diperkirakan sangat
pasti terjadi dan dapat memengaruhi laba dan rugi. Bagian laba atau rugi atas
instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai bagian efektif harus dilaporkan
sebagai bagian dari ekuitas dan akan dipindahkan dalam laporan laba rugi ketiks
trsndskdi lindung nilai ketika lindung nilai tersbut memengaruhi laba rugi
berjalan.Bagian efektif didefinisikan sebagai bagian dari keuntungan atau
kerugian instrumen lindung nilai yang menghapuskan kerugian atau keuntungan
pada pos yang dilindungi.Bagian perubahan nilai pasar wajar ini berkaitan
dengan nilai intrinsik dari perubahan variabel pokok yang mendasari.Sisa
keuntungan atau kerugian pada instrumen lindung nilai didefinisikan sebagai
bagian yang tidak efektif.Perubahan pada nilai pasar wajar derivatif ini berkaitan
dengan nilai waktu derivatif tersebut dan menjadi nol pada tanggal masa berlaku
derivatif tersebut habis.Jika lindung nilai atas transaksi yang diperkirakan
akan menyebabkan pengakuan aset atau kewajiban keuangan maka setiap untung atau
rugi dari setiap instrumen keuangan - yang sebelumnya diakui langsung sebagai
bagian ekuitas - langsung dipindahkan dalam laporan laba rugi pada periode yang
sama dimana aset atau kewajiban keuangan
tersebut menghasilkan laba atau rugi. contoh penentuan bagian efektif dan tidak
efektif dari perubahan nilai derivatif disajikan dalam lampiran 11B sehubungan
dengan lindung nilai arus kas yang menggunakan opsi untuk melindungi nilai
pembelian persediaan yang diantisipasi di masa depan.
3.
lindung
nilai dari investasi neto operasi di luar negeri
Derivatif yang
ditujukan sebagai lindung nilai untuk jenis risiko mata uang asing ini
mempunyai keuntungan atau kerugian yang dilaporkan dalam pendapatan
komprehensip lainnya sebagai bagian dari penyesuaian translasi kumulatif .
Kontrak Pertukaran Masa
Depan
Untuk
laporan keuangan yang berakhir pada bulan Oktober 2005, Komite nilai tukar
mata uang asing (foreign exchange committe) dari Badan reserve federal new york
melaporkan bahwa volume rata-rata harian pada instrumen nilai tukar adalah
sebesar $440 miliar sedangkan volume
rata-rata harian transaksi opsi MUA sebesar $37 miliar. The Chicago Mercantile
Exchange (CME) adalah pasar perdagangan mata uang asing terbesar di dunia dan
juga sangat teratur. CME juga tempat pertemuan pembeli dan penjual baik melalui
sistem perdagangan elektronik (CME Globec) maupun melalui pasar bursa yang
terbesar . Selama tahun 2005 lebih dari 84 juta kontrak MUA dengan nilai
perdagangan sebesar $10,2 triliun diperdagangkan di CME . Pada bulan Mei 2006
produk pertukaran MUA CME rata-rata mencatat 501.000 kontrak perhari dan naik
69% dibanding tahun sebelumnya. Produk
pertukaran MUA melalui sistem perdagangan elektronik mencatat 451.000 kontrak
per hari meningkat 90 % dari tahun sebelumnya.
Perusahaan
yang beroperasi di mancanegara seringkali menggunakan kontrak pertukaran masa
depan (foreign exchange contract) dengan
pedagang MUA untuk menukarkan berbagai mata uang pada kurs dan tanggal tertentu
di masa depan.
Ilustrasi Spekulasi
Dengan Kontrak Masa Depan
Contoh, perusahaan Indonesia yang
melakukan kontrak masa depan spekulatif dalam uero (€), suatu mata uang di mana
perusahaan tidak mempunyai piutang, utang dan komitmen.
1. Pada tanggal 1 Oktober 2011 PT Induk
melakukan kontrak masa depan 180 hari untuk menyerahkan €4.000 pada kurs masa
depan Rp 14.740 = €1saat kurs tunai adalah Rp 14,730 = €1. Oleh karenanya
kontrak masa depan akan menyerahkan €4.000 dan menerima Rp 58.960.000 (€4.000 x
Rp 14.740,-)
2.
Pada tanggal 31 Desember 2011 tanggal neraca- kurs masa depan untuk
kontrak masa depan 90 hari adalah Rp 14.780,- = €1. dan kurs tunai untuk franc
adalah Rp 14.750 = €1.
3.
Pada tanggal 1 April 2012 , perusahaan membeli €4.000 dan menyerahkan
franc ke broker , menerima harga kontrak masa depan yang disetujui Rp
58.960.000,- .Pada tanggal tersebut kurs tunai Rp 14.770,-= €1.
Ikhtisar
kurs langsung untuk ilustrasi ini adalah
:
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nilai
setara rupiah dari 1 yen
Tanggal Kurs
Tunai Kurs Masa Depan
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1 Oktober 2011 Rp 14.730,- Rp
14.740 (180 hari)
31 Desember 2011 14.750,- Rp 14.780 ( 90 hari)
1 April
2012 14.770,-
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ayat
jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah :
1 Oktober 2011
(18) Piutang Rupiah dari Broker (Rp) 58.960.000
Utang
MUA ke Broker (€1) 58.960.000
31 Desember 2011
(19) Kerugian Transaksi MUA 160.000,-
Utang
MUA ke Broker (€1) 160.000,-
1
April 2012
(20)
Utang MUA ke Broker (€1) 40.000
Keuntungan Transaksi MUA
40.000
(21) Unit Transaksi MUA (€1) 59.080.000
Kas 59.080.000
(22) Utang MUA ke Broker (€1) 59.080.000
Unit
Transaksi MUA (€1) 59.080.000,-
(23) Kas 58.960.000,-
Piutang Rupiah dari Broker (Rp) 58.960.000,-
Walaupun
contoh ini menunjukkan penyerahan unit MUA dengan menggunakan kontrak masa
depan , sebuah perusahaan juga dapat melakukan perjanjian untuk menerima unit
MUA . Dalam kasus ini Ayat juranl 1 Oktober 2011 :
(24) Piutang Rupiah dari Broker (Rp) 58.960.000
Utang Mata Rupiah ke Broker 58.960.000,-
Matriks
MUA
Hubungan
antara perubahan dalam kurs dan keuntungan dan kerugian yang timbul
diikhtisarkan dalam tampilan 11-8.
Figur 11-8
Perubahan
kurs langsung
Peningkatan
kurs Penurunan kurs
(Rupiah
melemah) (rupiah menguat)
Transaksi atau Akun didenominasi
Unit MUA
Posisi Aset Menoter Neto,
sebagai contoh,
1 Unit MUA
2. Piutang usaha Keuntungan
Kerugian
3. Piutang MUA dari Broker selisih
kurs selisih kurs
Posisi Kewajiban Moneter Neto,
sebagai contoh,
1. Utang Usaha Kerugian Keuntungan
2. Utang Obligasi selisih
kurs selisih kurs
3.
Utang MUA dari Broker
Komentar :
Transaksi
mata uang asing adalah dimana nilai tukarnya dinyatakan dalam mata uang
fungsional dari suatu entitas. Yaitu diatur dalam PSAK 10 & 11.
Kurs masa depan
pada suatu tanggal tertentu tidak sama
dengan kurs tunai pada tanggal yang sama. Ekspektasi yang berbeda terhadap
nilai kurs di masa depan menentukan tingkat kurs tersebut. Selisih antara kurs
masa depan dengan kurs tunai pada suatu tanggal tertentu dinamakan spread. Transaksi
dalam mata uang asing adalah transaksi yang didenominasi atau membutuhkan
penyelesaian dalam suatu mata uang asing, termasuk transaksi yang timbul ketika
suatu perusahaan membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya
didenominasi dalam suatu mata uang asing.
Transaksi
dalam mata uang asing adalah transaksi yang didenominasi atau membutuhkan
penyelesaian dalam suatu mata uang asing, termasuk transasksi yang timbul
ketika suatuy prusahaan :
a)
Membeli atau
menjual barang atau jasa yang harganya didenominasi dalam suatu mata uang
asing;
b)
Meminjam (utang)
atau meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing’
c)
Menjadi pihak untuk
suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksanakan; atau
d)
Memperoleh atau
melepaskan asset, dan menimbulkan atau melunasi kewajiban yang didenominasi
dalam suatu mata uang asing
Komentar
Posting Komentar